TERNYATA BEGINI RASANYA VALIDASI

Weekend Notes 5

AKHIRNYA seminar validasi yang aku tunggu-tunggu terlewati juga. Tanggal 21 Januari 2014 hari Selasa pukul 13.00 WIB aku resmi melangsungkan seminar validasi. Bisa dikatakan lancar. Setelah hampir satu bulan mider menentukan tanggal ke dosen satu ke dosen lainnya yang berjumlah 4: Pembimbing 1, Pembimbing 2, Reviewer 1, dan Reviewer 2. Ditambah harus bolak-balik ke kantor tata usaha untuk mengecek tanggal berapa saja yang kosong. Sebenarnya pada tanggal 17 Januari hari jumat sudah fix, aku bisa melangsungkan seminar, semua dosen bersedia dan ruang sidang tidak digunakan. Lalu hari senin tanggal 13 Januari aku mulai menyerahkan berkas ke dosen-dosen yang bersangkutan. Pada waktu menyerahkan ke dosen reviewer 1 inilah validasiku harus tertunda. Saat akan pamit setelah menyerahkan berkas proposal penelitian tiba-tiba aku dipanggil,”Mas, tanggal 17 aku ndak iso i, aku ada acara yang tidak bisa diwakilkan. Gimana kalau hari senin aja.” Sekenanya langsung aku jawab,”Nggih Bu, nanti saya cek dulu. Nanti saya hubungi lagi lewat sms.” Tidak ingin berlama-lama aku minta pamit meninggalkan ruangan beliau.

Sampai di luar segera aku kirim sms kepada dosen pembimbing 1 bahwa aku ingin bertemu. Mau memberitahukan perubahan tanggal sekalian menyerahkan berkas. Tapi sudah lewat tengah hari sms ku tidak juga dibalas. Baru setelah ashar aku baru mendapatkan balasan. Isinya agar aku menemui beliau hari rabu saja setelah libur tanggal merah -14 Januari- di FKIP. Setelah mendapat balasan itu aku putuskan kembali ke kos. Istirahat sebentar lalu siap-siap pulang ke Sragen.

Hari rabu aku ke Solo lagi. Pukul 8.30 wib aku sudah tiba di kos. Segera aku sms ke dosen pembimbing 1 yang pada hari senin kemarin sudah janjian. Aku dapat balasan: Segera, aku tunggu sekarang. Isi sms beliau sedikit memerintah. Segera aku bergegas. Sebelumnya aku sms teman ku dulu apakah ingin berangkat bareng ke FKIP. Tapi karena dia tidak bisa cepat aku putuskan untuk langsung berangkat ke FKIP. Biar dia menyusul saja karena dari bahasa sms dosenku sepertinya akan segera ada acara lain. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Aku cepat-cepat. Sesampainya di FKIP alhamdulillah dosenku belum pergi. Leganya...Ughhhh. Aku sedikit tidak enak harus mengatakan bahwa validasiku ditunda. Tapi alhamdulillah dosenku tidak masalah seminar proposalku harus ganti tanggal. Tawaran ku agar diganti hari senin pun tidak masalah. Bersyukur sekali. Aku bergegas ke kampus mencari TU (tata usaha) untuk mencatat tanggal.

Sampai di kampus aku langsung masuk ke kantor tata usaha. Aku cek di buku jadwal validasi. Kaget....! hari senin sudah ada yang pakai! Di buku catatan jadwal validasi sudah ada yang menulis hari senin tanggal 20 pukul 14.00 wib. Sebenarnya tidak masalah jika ada jadwal yang berbarengan asalkan tidak ada satu pun dosen penguji yang sama. Huh, memang kalau belum waktunya apa pun yang mau dilakukan tetap tidak akan bisa. Berpikir sejenak, lalu keluar ruangan dengan isi kepala penuh kebingungan, bagaimana aku bilangnya ke dosenku tadi. Sangat tidak enak, beliau sudah mau ganti tanggal tapi ternyata keduluan orang lain. Nyaris sekali baru beberapa menit saja mahasiswa lain yang menulis itu. Sedikit kecewa memang tapi mau diapakan lagi. Yang paling membebani pikiranku saat itu hanya perasaan tidak enak dengan dosen pembimbing satu yang sudah mau berganti jadwal.

Tidak butuh waktu lama. Kali ini nasib memihakku. Sebelum aku sms dosen pembimbingku tadi, beliau malah duluan mampir ke kampus Mesen –kampus psikologi tempat aku kuliah-. Alhamdulillah. Dengan meminta maaf terlebih dahulu aku katakan bahwa hari senin ruang sidang sudah ada yang menggunakan. Aku tidak bisa seminar validasi hari senin. Lalu aku menawarkan jika hari selasa pukul 13 bisa atau tidak. Dosenku ini mengajakku ke ruang sidang mencari tanggalan. Beliau meminta ditunjukkan hari senin tanggal 21 Januari 2014. Diam sejenak lalu mengiyakan. “Girang sekali”, isi hati ku waktu itu.

Tapi masalahku belum berakhir. Masih tiga dosen yang harus ditemui: pembimbing 2, reviewer 1 dan reviewer 2. Memang yang paling penting mendapatkan tanggal dari pembimbing 1 dan reviewer 1 dulu. Dan nasib memang sedang bagus-bagusnya, dosen reviewer 1 ku datang ke kampus siang itu. Tidak mau melewatkan kesempatan itu di tempat parkir aku langsung menemui beliau saat baru keluar dari mobil. Dan yeahhhhhhh....Bisa! segera aku ke TU lagi mencatatkan tanggal validasiku meski belum semua dosen aku temui. Aku tidak mau mundur-mundur lagi. Kali ini harus jadi. Harus fix!

Baru hari berikutnya satu per satu dosen yang lain aku temui. Dan benar dugaanku sebelumnya dosen pembimbing 2 dan dosen reviewer 2 tidak susah untuk diminta tanggalnya. Aku balik ke kos dengan perasaan plong. Malamnya, aku kirim pesan via whatapp ke TU memberitahukan aku sudah benar-benar fix. Lalu aku diminta menuliskan tanggalnya ke buku dan papan jadwal ruang sidang. Aku pun mengiyakan saja walaupun sebenarnya sudah menulis di buku tapi aku belum menulis di papan jadwal. Besoknya aku ke kampus, sebelum menulis jadwal di papan ruang sidang aku mampir ke TU dulu. Kaget bukan main saat aku buka buku jadwal validasi. Di daftar paling bawah ada mahasiswa yang menulis jadwal dengan tanggal yang sama dan ada satu dosen yang sama! Aku katakan ke TU tapi dia tidak mau tahu. Dan kali ini aku pun tidak mau ambil pusing. Aku pun tidak mau tahu!

Aku pura-pura saja tidak tahu. Aku tetap menulis jadwal validasi ku di papan ruang sidang. Lalu aku balik ke kos siap-siap mau pulang ke Sragen. Walaupun aku sudah tidak mau tahu tapi sebenarnya dalam hati ku juga ada perasaan was-was. Aku banyak-banyak saja mengingat Nya. Terus berdoa agar kali ini lancar. Aku pun tidak ingin mengorbankan orang lain. Setiap mahasiswa ingin cepat lulus. Ingin cepat validasi. Ingin validasinya lancar. Mencari tanggal validasi tidak mudah. Harus bisa menyatukan 4 dosen berbeda. Aku tahu betul perasaan iti. Aku ingin agar dua-duanya bisa validasi. Kali ini aku tidak ingin terlalu egois. Tidak ingin merugikan hak orang lain!

Akhirnya sampai juga di hari ‘H’ Hari selasa tanggal 21 Januari 2014, aku sudah datang ke kampus pukul 11 siang walaupun validasi ku baru dimulai pukul 13. Aku minta teman ku membantu menyiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk validasi. Lebih dulu kami mengambil snack untuk dosen penguji dan dibagi-bagikan untuk teman-teman yang ada di kampus. Tempat aku memesan snack di daerah sekitar museum pers Surakarta, tidak terlalu jauh dari kampus. Sampai di kampus lagi kami makan siang terlebih dahulu. Setelah itu aku bertemu dengan mahasiswa yang bentrok jadwalnya denganku. Yang aku kira akan terjadi perang ego, ternyata kami mampu menghasilkan kesepakatan yang win-win solution. Kami tetap melangsungkan sidang validasi hari itu, dosen penguji yang sama tidak mempermasalahkan, hanya kami harus membagi tempat sidang saja. Aku di ruang sidang, dia di ruang kuliah yang kosong. Deal. Benar-benar lega rasanya. Tidak ada lagi satu pun yang mengganjal dalam hati ku.

Bisa dikatakan pelaksanaan validasi ku lancar. Sukses, aku bersyukur sebanyak-banyaknya. Tidak ada hambatan yang berarti, hanya sedikit molor saja karena menunggu semua dosen datang. Dan karena molor itulah dosen pembimbing dua yang juga menguji mahasiswa lain waktu itu, malah bisa hadir. Lengkaplah sudah. Alhamdulillah. Berkat doa semuanya. Orang tua, teman-teman dan yang pasti dari pacar yang setiap hari aku paksa mau berdoa untuk ku. Walaupun dia tidak bisa datang ke validasiku karena harus pulang ke Jakarta, dan sebenarnya pasti aku malu jika dia datang saat aku sidang. Aku sangat berterimakasih kepada dia. Atas doanya, dan mau mendengarkan keluahanku setiap malam karena mempersiapkan validasi ini. Aku selalu mengabarkan sesaat sebelum validasi dimulai dan begitu pun setelah selesai validasi.

Kini aku tinggal menyelesaikan revisian. Semoga tetap dilancarkan Nya. Semoga juga mood tetap tinggi sampai revisian selesai, sampai penelitian, sampai pengerjaan laporan, dan sampai nanti aku lulus. Amin
Up