Tampilkan postingan dengan label Status. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Status. Tampilkan semua postingan

'SOK' MOTIVATOR: HIDUP BUKAN PILIHAN



APAKAH ada orang yang lebih memilih menjadi orang miskin ketimbang menjadi orang kaya?

Apakah ada orang yang secara sadar berusaha menjadi orang miskin?

Kalau miskin adalah sebuah pilihan, kenapa tidak ada orang yang menginginkannya?

Begitu juga,

Tidak ada orang yang memilih menjadi orang bodoh. Semua orang ingin dirinya pintar. Makanya orang belajar. Makanya orang sekolah.

Tapi orang yang tidak sekolah jangan juga dibilang dia ingin bodoh. Tentu ada alasan kenapa dia tidak sekolah. Kita tentu tahu belajar tidak hanya bisa dilakukan di sekolah saja.

Hidup bukan pilihan. Kalau kamu malas-malasan, artinya ada yang salah dalam dirimu sekarant. Maka kamu harus berusaha mencari solusi agar menjadi rajin. Karena malas dan rajin bukan pilihan.

Kalau sekarang kamu adalah seorang pembohong. Harusnya kamu mulai belajar menjadi orang jujur.

Kalau sekarang kamu adalah seorang pemarah. Harusnya kamu belajar menjadi orang sabar.

Kalau sekarang kamu adalah orang yang sakit-sakit. Harusnya kamu belajar bagaimana cara hidup sehat.

Kalau sekarang kamu masih cuek. Kamu harus mulai belajar bagaimana menjadi peka.

Kalau sekarang kamu seorang pemalu. Kamu harus belajar bagaimana menjadi PD.

Kalau kamu seorang pendendam. Kamu harus belajar caranya memaafkan.

Kalau hari ini kamu masih jomblo. Besok harusnya kamu sudah tidak jomblo lagi!

Karena menjadi baik dari yang kurang baik bukanlah pilihan.

TAKDIR SUNNATULLAH


Semesta telah memilih. Menuju titik keseimbangan yang baru.

Manusia tak perlu risau. Dengan keadaan yang serba tak tentu.

Ada yang belajar dan ada yang tak sadar.

Semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang terdahulu yang selamat. Bersama orang jujur dan pemimpin yang amanah.

JALAN TERUS

HARUS terus berjalan. Berjalan dengan secepat-cepatnya. Kalau bisa berlari sekencang-kencangnya. Seterusnya.

Tetapi itu tidak mungkin. Sekali-kali memang harus menurunkan kecepatan untuk berbelok dan melihat kebelakang. Menurunkan kecepatan saat ada lubang dan batu di jalan. Sekali-kali boleh agak pelan, sekedar melihat pemandangan kiri kanan.

Yang tidak boleh adalah berhenti. Jangan mencoba sekali-kali. Sejenak pun. Jangan! Berjalanlah terus

BEBASNYA ORANG BICARA DI NEGERI INI

Weekend Notes 4

Sekarang ini orang mau ngomong apa aja suka-suka.

Wartawan bilang ini adalah era jurnalisme warga. Semua orang bisa mengabarkan. Semua orang bisa membuat opini. Tanpa terlebih dahulu menjadi jurnalis atau penulis.

Terlebih lagi dengan mudahnya orang mengakses internet melalui gadget. Setiap saat di mana pun orang bisa update apa saja yg dia pikirkan melalui akun sosmednya. Tak sedikit yg jadi motivator dadakan. Tak sedikit pula status-status galau dan 'alay' berseliweran.

Banyak orang jadi lebih kritis. Saking kritisnya. Apa saja dikritik. Dari masalah agama, politik, hukum, sampai  masalah acara TV pun turut jadi sasaran kritik.

Bahkan tanpa sadar ada orang yg anti kritik malah mengkritik orang yang melakukan kritik.
Semua ini dengan mudahnya kita lihat lalu lalang di timeline setiap hari.

Era ini luar biasa. Di hapuskannya kementrian penerangan pada era gus dur dan kebebasan pers dijamin,  rakyat jadi bebas bicara. Rakyat dianggap dirakyatkan. Semuanya gamblang terlihat.

Tetapi rakyat pun harus sadar diri. Walaupun kebebasan bicara dijamin tapi jangan sampai bicara ngawur.  Mengatakan hal yg tidak diketahui bukanlah perbuatan baik. Jangan sampai berkata fitnah. Bahkan sampai mengatakan hal yg bertentangan dengan fakta. Apalagi jika menyangkut orang lain hanya untuk kepentingan pribadinya atau kelompoknya. Tentu akan sangat merugikan.

Jangan lupa kita masih punya UU ITE yang bisa menjerat siapa pun. Bahkan akun anonim sekalipun!

*catatan ini saya tulis lewat aplikasi facebook di hp. Demikian karena listrik di rumah sedang mendapat jatah pemadaman bergilir. Selamat malam mingguan :)

TIDAK INGIN FRUSTASI KARENA "BELEK"

SUDAH hampir satu minggu, yang awalnya, mataku hanya terasa mengganjal, kemudian menjadi memerah. Sampai catatan ini aku tulis, mata ku masih mbrebes mili, sedikit bengkak dibagian kelopak mata bagian bawah. Kalo melihat di kaca, terlihat sipit sebelah. Mirip boy band korea walau hanya bagian mata. Sebelah pula. Malah, Dosen pembimbingku mengira aku ini habis jotosan. Walah

Setelah ibuku sembuh lalu Bapak yang mengalami mata belekan. Jadi kini sekeluarga tidak hanya aku saja yang belekan. Hampir sekeluarga, karena adik bungsuku yang masih usia 4 tahun juga ikut ketularan. Hanya adik perempuanku saja yang tidak. Karena dia sekarang kuliah dan kos di jogja.

Sebenarnya mata belekan yang aku alami sama sekali tidak mengganggu aktivitasku. Aku pun tidak malu keluar rumah dengan mata merah. Hanya saja, virus mata belekan sangat mudah menular. Karenanya aku mengurangi kegiatan di luar rumah. Begitu pun hobi futsal yang sangat aku suka harus aku korbankan.

Tapi aku tidak menyesali. Justru banyak hikmah yang aku dapatkan. Tuhan memang benar-benar sedang baik kepadaku. Air mata yang mbrebes membuatku  merenung, ternyata aku senang sekali senda gurau. Sering juga berlebihan. Aku sering ngoceh tidak jelas dan sia-sia.  Aku banyak melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat. Aku keseringan memanjakan diri.

Tuhan kali ini benar-benar ingib mengingatkanku. Aku diminta Nya untuk berhenti sejenak. Aku diminta untuk melihat dan mengingat Nya. Bukan dengan mata ku yang sedang belekan ini. Tapi ke-maha cerdas-an Nya lah dipilih mataku sebagai simbol agar aku melihat Nya dengan qalbu.

Hati ku diajak Nya agar diisi dengan kembali mengingat Nya.
Hatiku diajak agar aku kembali peka dengan keadaan dan kemanusiaan.

Gus Mus Says:


Setiap kali membicarakan perbaikan keadaan, selalu akhirnya ditanyakan: "Dari mana kita harus memulai perbaikan ini?" dan saya selalu menjawab:"Ya, dari diri kita sendiri."
Musthofa Bisri

Up