Masih ingat peristiwa tsunami Aceh tahun 2004? Betapa dahsyatnya peristiwa tersebut. Yang mampu meluluhlantakkan serambi Mekkah. Kapal yang begitu besar berpindah puluhan kilometer. Menewaskan tidak hanya satu dua nyawa, puluhan, atau ratusan. Tetapi lebih dari 200 ribu nyawa telah terenggut.
Itulah bukti kekuasaan Allah swt. Hanya dalam waktu tak lebih dari setengah jam, bumi ini digoncang, diputar-balikkan.
Inilah kita....
Ketika bencana menimpa, sering kita mendengar, “Allah sedang menguji kita”. Mungkin itu tidak salah. Agar tetap berpikir positif. Agar asa masih menyala dalam kesulitan yang menimpa.
Mungkin pikiran seperti itu tepat ketika keadaan benar-benar sedang sempit. Tetapi kalimat itu hanya akan menjadi sebuah alasan. Menjadi sebuah alat melindungi diri saja.
Sebaiknya, dan renungkan. Merasa berdosa itu lebih baik. Banyak dosa kita, kesalahan kita, kekhilafan kita. Yang kita sadari dan tidak kita disadari. Yang sudah kita lupakan maupun yang masih terngiang dalam ingatan. Astaghfirullah
“Apakah Engkau murka padaku, ya Allah. Hamba sering mengabaikan laranganMu. Hamba sering lalai atas perintahMu. Hamba sering mengeluh. Dan Hamba jarang bersyukur atas nikmatMu.”
Kesulitan mengerjakan tugas kuliah. Kegagalan dalam ujian. Bahkan kesusahan sepele saja. Kita dengan mudah mengatakan itu sebagai ujian. Memang kita harus selalu husnudzon setiap saat. Tetapi kita juga dianjurkan introspeksi diri. Merasa bersalah itu baik. Merasa berdosa itu lebih baik.
Kita harus belajar dari kaum-kaum terdahulu. Kaum Luth as yang dimusnahkan karena menyukai sesama jenis. Kaum Nuh as yang dibanjiri. Dan raja Fir’aun yang ditenggelamkan. Semua itu karena murka Nya. Bukan lagi sebuah ujian.
Kita orang yang beriman, marilah mengambil pelajaran.
So, kita harus tetap husnudzon disetiap takdir Tuhan. Tetapi banyak merasa berdosa itu lebih baik. Agar setiap tindakan kita lebih bijak.
Keep Fighting !!! Learn, Action, and Share
@johanhariyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar