Wanita Suka Shopping? Inilah yang Harus Anda (Laki-laki) Lakukan


APAKAH anda sering kesal ketika diminta mengantar pasangan anda (wanita) ke pasar, mall, atau salon? Inilah yang harus anda lakukan sebagai laki-laki.

Pertama. Dukung, dorong dan iklaskan.

Sebagai laki-laki sejati. Yang ingin membahagiakan pasangan dengan tulus cinta dan rasa sayang. Saran saya, ijinkanlah pasangan anda ke mall. Berikan minimal 1 hari dalam seminggu. Misalnya hari minggu. Bebaskan pasangan anda dari memasak, mencuci, dan tugas-tugas rumah tangga lainnya.

Anda ingin pasangan anda senang. Tolong jangan memberitahukan hal ini kepada orang lain. Berbahaya. Ini rahasia maha super keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Apa itu? Jangan pernah melarang wanita pergi ke mall, ke pasar, atau ke salon. Ini pantangan. Dan di dunia ini baru sedikit laki-laki yang bisa melakukannya. Contohnya Bapak saya dan saya sendiri. hahaha

Inilah rekreasi ala wanita. Belanja. Bahasa inggrisnya: shopping. Mereka tidak perlu beli sana beli sini. Yang mereka butuhkan adalah jalan-jalan di pasar. Kata ibu ” Cewek itu liat-liat aja sudah senang”. Nah. Lihat-lihat saja seneng, apalagi beli. Apalagi borong! Laki-laki di sini mulai panik. :p

Bahkan ibu saya sering berujar ”Capek kalau piknik ke pantai, apalagi ke pegunungan, harus naik. Mendingan ke pasar”. Hehe. Ada-ada saja ibu saya ini. Jadi jangan heran kalau wanita ke pasar seharian nggak pulang-pulang.

Kedua. Jangan khawatir finansial boros. Tuhan Maha Mencukupkan :)

Ketika manajerial keuangan di pegang pasangan anda. Kendali wanita. Jangan pernah khawatir kuangan anda tidak cukup. Wanita itu makluk ekonomis sob. Sekali lagi saya tegaskan. Wanita itu makluk ekonomis. Bukan materialistis seperti yang mbah-mbah, leluhur, atau bapak anda bilang.

Anda tahu kan hukum ekonomi? Hmm. Jangan-jangan anda belum tahu. Nih agar anda benar-benar tidak perlu khawatir dengan keuangan keluarga anda. Hukum ekonomi “dengan biaya serendah-rendahnya, menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya”. Mau bukti? Perhatikan saja proses tawar menawar ibu-ibu di pasar. Tidak kalah dengan laga el classico. Pertandingan sepak bola antara Barcelona vs Real Madrid. Pertandingan yang dilihat oleh jutaan pasang mata orang di dunia. Tontonan sepakbola yang lebih seru dari final piala dunia. Inilah yang membuat wanita lama. Prinsip ekonomi. Memilih yang terbaik dengan harga yang terbaik.

Ketiga. Belajar menggantikan peran wanita di rumah.

Kakek Jamil dalam http://www.jamilazzaini.com. Mengatakan,“Istri Adalah Manajer dan Partner”. Dalam tulisannya. Kakek Jamil mengatakan bahwa wanita itu dinikahi bukan untuk mencuci dan memasak. Kalau masakan enak, itu bonus. Nilai tambah kecantikan wanita. Sebagai manajer, wanita harus punya staff ahli di rumah. Maka tugas kita sebagai laki-laki adalah menyediakan pembantu bagi istri.

Bagi anda yang belum bergelimangan harta. Bantulah pasangan anda. Minta pasangan anda (baca: Manajer keluarga) berbagi tugas dengan anda dan anak-anak. Kebiasaan bagi-bagi tugas selain meringankan pekerjaan rumah tangga. Juga akan mempererat jalinan kasih antar anggota keluarga. Menajamkan intuisi kekeluargaan. Komunikasi verbal dan nonverbal lancar. Kedekatan dan keterbukaan antar keluarga terbentuk. Membentuk rasa saling percaya antar orangtua dan anak, sehingga bisa mengantisipasi perilaku anak yang tidak diinginkan. Dan yang tak kalah berharga adalah mengajari anda, anak-anak anda mandiri.

Terutama ketika pasangan sedang ke Mall, pasar dan salon. Di sini kebersihan, pakaian, dan makanan sepenuhnya tanggungjawab anda yang berada di rumah. Be careful ya, piring harganya mahal. Kalau di toko, Pecah berarti membeli. Kalau di rumah piring pecah. Jangan harap dapat makan! hahaha

Pernah diposkan di kompasiana pada 21 Desember 2012

Up